Senin, 10 Mei 2010

Kemenangan Pertama Tim Thomas Indonesia

Posted by Hanum Wahyu Wibisono On 22.23 No comments
JAKARTA, Kompas.com - Tim Piala Thomas Indonesia sudah melewati tantangan pertama penyisihan Grup D turnamen beregu putra tersebut. Setelah pada hari pertama, Minggu (9/5/10) membantai Australia 5-0, tim Merah Putih kembali menggilas India 4-1 pada partai pamungkas penyisihan, Senin (10/5/10).

Sempat kehilangan satu poin akibat mundurnya tunggal kedua Sony Dwi Kuncoro, akibat cedera pinggang, Indonesia memastikan tiket perempat final lewat kesuksesan ganda kedua Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan. Kemenangan itu diperbesar oleh tunggal ketiga Simon Santoso, yang membekap Anup Sridhar dengan straight set 21-8, 21-17.

Keberhasilan tim Thomas Indonesia melewati adangan di penyisihan dan keluar sebagai juara grup memang sudah diprediksi, karena Taufik Hidayat dan kawan-kawan memiliki level permainan yang jauh lebih tinggi dari para pemain Australia serta India. Duel ini (penyisihan grup) boleh dibilang sebagai pemanasan untuk menghadapi pertarungan sesungguhnya.

Ya, tim Thomas Indonesia baru akan menghadapi tantangan sesungguhnya pada perempat final nanti, yang mulai bergulir Rabu (12/5/10). Pasalnya, di sinilah "Pasukan Garuda" bertemu lawan-lawan yang seimbang, karena tim tangguh seperti Korea Selatan, Denmark, tuan rumah Malaysia dan juara bertahan China, hampir pasti masuk ke babak ini setelah mencatat kemenangan pada laga perdana.

Memang, di babak delapan besar nanti Indonesia tidak bisa memilih lawan. Sistem baru yang diterapkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), di mana pada perempat final akan dilakukan pengundian lagi, membuat para kontestan babak ini harus siap menghadapi siapa pun.

Bagaimana peluang tim Thomas Indonesia di babak selanjutnya?

Melihat kondisi terakhir pasca-pertarungan melawan India, amunisi di sektor tunggal sudah berkurang satu, karena Sony cedera pinggang. Kondisi tersebut membuat tunggal kedua tim Thomas Indonesia ini punya peluang yang sangat kecil untuk tampil lagi di partai-partai selanjutnya, karena dia sangat rentan cedera lagi.

Dengan demikian, tim Thomas Indonesia tidak punya pilihan lagi selain menaikkan status Simon Santoso sebagai tunggal kedua dan Dionysius Hayom Rumbaka sebagai tunggal ketiga. Artinya, di sektor tunggal Indonesia sudah memiliki skema paten di mana Taufik akan tampil pertama, disusul Simon dan Hayom. Hanya sektor ganda tim Thomas Indonesia masih bisa berimprovisasi, karena ada dua pasangan yang menjadi pelapis Markis Kido/Hendra Setiawan, yaitu Alvent/Hendra AG atau Nova Widianto/Muhammad Ahsan.

Beruntung, para pemain pelapis itu sudah mendapat jatah bermain. Pada laga perdana ketika Indonesia membantai Australia 5-0, Hayom yang melakukan debutnya bersama tim Piala Thomas Indonesia, tampil cukup menawan. Tampil di partai kelima yang tak menentukan lagi, pemain jebolan PB Djarum Kudus ini menang straight set 21-12, 21-10 atas Stuart Gomez.

Sedangkan untuk sektor ganda, Nova/Ahsan dan Alvent/Hendra AG juga sudah merasakan atmosfir turnamen beregu dua tahunan ini. Nova/Ahsan yang menjadi pasangan baru, ikut menyumbang poin ketika menang straight set 21-13, 21-16 atas pasangan Australia Raj Veeran/Jeff Tho.

Setelah itu, giliran Alvent/Hendra AG yang tampil ketika menjadi penentu kesuksesan Indonesia mengalahkan India 4-1. Tampil di partai keempat, Alvent/Hendra AG yang sempat kalah 14-21 di set pertama, mampu bangkit dan meraih kemenangan di dua set selanjutnya dengan 21-13, 21-11 atas Rupesh Kumar/Diju Viliyaveetil, sehingga memastikan Indonesia unggul 3-1 dan menjadi juara Grup D.

Nah, bermodalkan satu pengalaman bertanding itu, mental bertanding Hayom dan Nova/Ahsan atau Alvent/Hendra AG diharapkan bisa semakin kuat untuk menghadapi tantangan besar di perempat final. Pasalnya, bukan mustahil mereka-lah yang akan jadi penentu perjalanan tim Thomas Indonesia menuju semifinal, guna mendekatkan impian untuk membawa pulang trofi tersebut kembali ke Tanah Air.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar