Senin, 04 Februari 2013

Kenapa Tidak Berjamaah.?

Posted by Hanum Wahyu Wibisono On 19.30 No comments
Malam ini, rintikan hujan kembali menghiasi pergantian siang ke malam hari. Mengiringi lantunan iqamah dari mushola belakang kost, memanggil insan untuk segera menjalankan perintahNya, menyisihkan waktu untuk sekedar menghadapNya, sekedar berduaan denganNya, dan sekedar curhat kepadaNya. Tak terasa, perjalanan pulang dari mushola pun masih dalam keadaan yang sama. Hujan tak lagi hanya sebatas rintikan kecil, bahkan telah membuat air menggenang disepanjang jalan yang harus dilalui. Mantol putih, sandal jepit, sedikit membuat susah dalam langkah ini. Apalagi sarung yang dipakai, tidak hanya sebatas celana panjang seperti biasanya. Susah rasanya. Berat rasanya, ketika harus hujan-hujanan dalam rintikan yang ada, serta becek-becekan dalam kubangan air yang menggenang. Dalam perjalanan pulang ini, sedikit diri ini teringat akan sebuah kisah sang Nabi. Ketika dimana begitu berat Rasulullah berdakwah dalam menyebarkan kebaikan di kalangan kaum Quraisy.
Jika kita ingat kembali dengan perjuangan Rasulullah empat belas abat yang lalu, begitu besar perjuangannya, begitu besar semangatnya. Tapi bagaimana dengan diri ini ? bagaimana dengan kita ? Sekedar menjalankan shalat di masjid berjamaah saja kadang masih timbul rasa malas dan sebagainya. Jauh cobaan yang diberikan, ketika empat belas abad yang lalu harus melawan pedang, tapi tetap saja dijalani. Sedangkan saat ini, hanya melawan hujan saja, kita terkalahkan olehnya. Dan terkadang, rasa malas untuk sekedar melangkahkan kaki ke masjid untuk shalat berjamaah saja sangat susah rasanya.
Semoga ini bisa menjadi koreksi kita bersama, sehingga kedepannya tetap semangat dalam menjalankan shalat berjamaah di masjid. Sebuah KEWAJIBAN bagi seorang laki-laki yang tidak dalam halangan tertentu pastinya.
Seorang lelaki buta menjumpai Nabi shallallâhu 'alaihi wasallam dan berkata: "Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak memiliki seorang penuntun yang menuntunku berjalan ke masjid”. Lalu ia memohon kepada Rasulullah agar diberikan keringanan sehingga boleh shalat di rumahnya. Lalu beliau membolehkannya. Ketika orang tersebut berpaling pergi, Rasulullah memanggilnya dan bertanya: "Apakah kamu mendengar adzan shalat?". Ia menjawab: "Ya". Rasulullah pun menyatakan: "Maka datangilah!".
Sebuah cerita yang pasti sudah sering kita dengar ini bisa menjadi sebuah rujukan bahwa seberapa besar perintah shalat berjamaah di masjid itu bagi laki-laki.
Terlepas dari kewajiban shalat berjamaah di masjid tersebut, banyak sekali keutamaan yang akan kita dapatkan apabila melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Keutamaan-keutamaan tersebut diantaranya :
1. Pahala shalat berjama’ah itu 27 derajat lebih baik disbanding shalat sendirian
"Shalat berjama’ah (di masjid) lebih utama 27 derajat dibanding shalat sendirian (di rumah)” (HR. Bukhari).
2. "Seandainya manusia mengetahui apa yang ada (yaitu keutamaan) di dalam seruan (adzan) dan shaf pertama, lalu mereka tidak bisa mendapatkan shaf tersebut kecuali dengan undian, sungguh mereka akan melakukan undian untuk mendapatkannya.” (HR. Bukhari)
Shalat sudah menjadi kewajiban bagi kita. Lima waktu sehari harus kita tepati. Shalat diawal waktu dan berjamaah di masjid pasti akan lebih besar keutamaannya jikalau dibandingkan dengan yang sendirian dirumah. Dua hadist diatas yang merupakan keutamaan dari shalat berjamaah dan berjamaah dimasjid semoga bisa menjadi pemacu kita untuk selalu melaksanakan shalat berjamaah, tapi kembalikan lagi, niatan kita dalam melaksanakan shalat berjamaah bukan karena pahala serta keutamaan yang ada tapi semata-mata hanya karena Allah ta’ala. :D
Sebuah ajakan bagi diri pribadi pada khususnya dan teman-teman pada umumnya, mari penuhi masjid-masjid yang ada pada setiap waktu shalatnya.
.:: mari menuju kebaikan dan perbaikan ::.
Wallahu a’lam bishowab…
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar